Andai para penyair pernah menemukan sosok DeGia dengan pribadi yang begitu indah, tentulah akan lahir seribu puisi untuk melukiskan keindahannya.
Karena DeGia serupa mata air yang memberi sejuk di tengah kegersangan jiwa jiwa kerontang.
DeGia serupa kerlip cahaya yang menerangi ruang hati, hingga setiap jiwa menemukan, seperti apa bentuk syukur dan sabar yang telah dipahat setiap diri.
DeGia adalah jejak, yang menuntun setiap diri untuk menyusuri jalan hening, hingga mampu mendengar bisikan hati yang teramat lembut dan sayup, seberapa bermakna perjalanan yang telah disusuri bersama putaran waktu yang terus berlari mengejar-ngejar dunia ini.
Namun jangan sampai luput, ada sosok hebat yang telah memahat keindahan DeGia. Merekalah Mamah dan Apahnya. Ibu Dr. Chusna Arifah dan Bapak KH Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi.
Kedua orang tua yang telah mengukir kebijaksanaan pada pribadi DeGia. Orang tua yang telah memoles ketegaran pada jalan rumit yang dilalui DeGia. Lewat pembentukan karakter yang tak instan. Tapj dipahat sejak di dalam kandungan.
Karenanya, mari kita simak paparan indahnya pada talk show yang akan tersaji di kota santri, Tasikmalaya.
semoga Allah ijinkan bertemu di sana, dan Allah berkenan untuk membuat ruh ruh yang merindu kelembutan dan keindahan, untuk saling mendekat dan saling menyemangati.