MTs Al-Fadliliyah Darussalam-Perjalanan panjang pasca kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 menuju ke-100 tahun, MTs Al-Fadliliyah Darussalam Ciamis tengah mempersiapkan para muridnya agar mampu bersaing di dunia global untuk mendukung sebagai bangsa yang mandiri dan berkemajuan menuju Indonesia emas tahun 2045. Untuk mencapai cita-cita besar menuju Indonesia emas tentunya harus didukung melalui pendidikan yang komprehensif agar melahirkan generasi yang berkualitas secara akademik, berkarakter, serta memiliki kepribadian sehat yang berakhlak mulia. Demikian ditegaskan oleh Kepala MTs Al-Fadliliyah Darussalam Ciamis, Haula Hasna Dalila, S.Li, S.Pd., M. Pd., di ruang kerjanya, Rabu, 25/6/2026.
Lebih lanjut perempuan yang biasa disapa Ms. Nada, berpandangan bahwa pendidikan di era abad ke-21 ini dihadapkan setidakanya pada dua masalah besar. Pertama, perkembangan bidang teknologi digital yang terus maju melahirkan dunia baru dalam bidang teknologi informasi, dan kedua masalah krisis lingkungan.
Dalam bidang perkembangan teknologi Ms. Nada menyatakan “Dengan ditemukannya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sangat berpengaruh terhadap para murid dalam memperoleh informasi, metode pembelajaran, peran guru dalam penyampaian materi, dan sistem evaluasi Pendidikan. Sebelum AI ditemukan, guru berfungsi sebagai sumber pengatahuan. Kini para murid dapat mengakses berbagai sumber belajar secara cepat dan mudah melalui teknologi yang berbasis AI”. Jelasnya.
Ms. Nada juga menegaskan bahwa dibalik kemudahan hal tersebut (penggunaan teknologi AI), guru harus ikut berperan serta agar dalam menggunakan teknologi AI tetap berpegang pada etika penggunaan teknologi, kejujuran akademik, dan tetap mempertahankan norma moral dan agama.
Menyoroti masalah masih ada ketimpangan dalam dunia pendidikan, ia menyatakan “pola pendidikan yang berbasis pada teknologi menjadi batu sandungan bagi masyarakat yang berada jauh dari jangkauan teknologi modern. Di beberapa wilayah masih banyak ditemukan para murid harus berjalan berkilo-kilometer untuk sampai ke sekolah, ditambah lagi fasilitas sekolah yang jauh dari kata modern. Tentunya ini menjadi jalan terjal yang harus segera dibenahi oleh pemangku kebijakan agar para murid dapat menikmati dan mudah dalam mengakses teknologi modern”. Ungkapnya.
Mengenai masalah krisis lingkungan, Ms. Nada menyoroti isi dari film dokumenter Pesta Babi yang menimbulkan pro kontra di Masyarakat. Menurutnya, film tersebut tidak hanya sebagai karya seni dan hiburan semata, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang mengandung pesan sosial dan lingkungan. “Bila dilihat dari perspektif pendidikan lingkungan, film ini dapat menjadi sarana refleksi mengenai hubungan manusia dengan alam, perilaku manusia terhadap lingkungan, serta dampak aktivitas manusia terhadap keberlanjutan ekosistem yang ada”.
Menurutnya, pendidikan lingkungan bertujuan membangun kesadaran kolektif, pengetahuan, dan sikap masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Alam diciptakan Allah swt. untuk kesejahteraan generasi yang berkelanjutan bukan dikuasai satu generasi semata. Oleh karena itu, pembelajaran untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan hidup harus menjadi bagian dari materi ajar agar para murid dapat memanfaatkan lingkungan sebagai sarana menciptakan kesejahteraan masyarakat. Jelasnya.
Ms. Nada berharap besar arah pendidikan menuju Indonesia Emas 2045 harus berorientasi pada pembangunan manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. “Kami di MTs Al-Fadliliyah Darussalam dengan segala kemampuan yang ada berupaya mentansformasikan pendidikan tidak hanya menekankan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi semata, tetapi juga pembentukan karakter, kepedulian lingkungan, serta kemampuan menghadapi perubahan zaman. Dengan pendidikan yang berkualitas, insya Allah Indonesia menjelma menjadi negara yang maju dan sejahtera pada tahun 2045. Pungkasnya!. (Megas76)












