Sebanyak 38 dewan guru MTs al-Fadliliyah Darussalam ciamis, mengikuti kegiatan workshop Pembentukan Nilai-nilai Karakter dan Jati Diri Bangsa, Rabu, 24/10.
Acara yang dihelat dalam rangka peningkatan kegiatan pembelajaran bagi dewan guru ini dilaksanakan di dua tempat yang berbeda. Untuk pemantapan teoritis, guru dibekali oleh teori-teori dan motovasi dalam rangka peningkatan wawasan kebangsaan oleh Dr. Hj. Chusna Arifah selaku pemateri juga wakil kepala MTs Al-Fadliliyah Darussalam. Sementara untuk simulasi dan training dilaksanakan di aula Nadwatul Ummah. Di aula, dewan guru diberi materi permainan yang dilabelisasi dengan istilah yang diambil dari empat pilar kebangsaan, mulai dari istilah kelompok Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tuggal Ika dan NKRI.
Menurut Juju Julaeha, M. Pd.I wakil kepala bidang Kurikulum MTs Al-Fadliliyah, menyatakan kegiatan ini adalah bagian dari upaya peningkatan wawasan kebangsaan dan peningkatan kecintaan terhadap NKRI. “Ini bagian dari program kurikulum yang telah diagendakan sesuai dengan program tahunan. Kebetulan untuk tahun ini adalah materinya tentang NKRI. Alhamdulilah respon dan tanggapan dari dewan guru ini sangat antusias dan semangat”. Jelasnya
Sementara itu Dr. Hj. Chusna Arifah, pemateri dan sekaligus wakil kepala MTs Al-fadliliyah Darussalam ciamis menekankan dengan adanya kegiatan workshop ini diharapkan jadi motivasi bagi dewan guru. Apalagi MTs al-Fadliliyah Darussalam berada di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam. Pondok pesantren Darussalam adalah lembaga pendidikan simbolis dari NKRI. Selain santri yang datang dari berbagai etnis dan suku di Indonesia ada di pesantren Darussalam. Makanya, di Pondok Pesantren darussalam pendidikan pluralisme sangat ditekankan. Karena pendidikan kebangsaan ini bagian dari upaya mencintai NKRI. Jelasnya.
Lebih lanjut Hj. Nuna, panggilan akrabnya mengatakan bahwa guru berkewajiban untuk mendidik para santrinya untuk bisa menghormati terhadap perbedaan. Perbedaan bukan jadi hal yang mengakibatkan perpecahan, tetapi dari perbedaan harus jadi simbol kekuatan dan persatuan dan kesatuan.