Published On: April 25, 2015By Categories: berita, Pesantren, SiswaViews: 265

IMG_7199Ratusan santri dan sejumlah dewan guru memenuhi ruangan Aula Nadwatul Ummah untuk mengikuti Pentas Kreasi Seni Keluarga Besar Pesantren Darussalam, Sabtu malam, 25/4, di Aula Nadwatul Ummah Pontren Darussalam. Acara kreasi seni santri pontren Darussalam ini, selain peringatah hari Kartini, juga Tasyakur Milad Dra Hj Eulis Fadlilah Jauhar Nafisah,MPdI, salah satu pimpinan Darussalam. Kedua sosok perempuan ini kebetulan sama-sama lahir pada tanggal yang sama (21 April).

Pada acara tersebut, disuguhkan berbagai atraksi seni dari para santri. Penampilan band para santri banyak menyuguhkan lagu-lagu perjuangan selain lagu populer lainnya. Selepas penampilan band, atraksi seni santri berupa permainan laser kecil oleh puluhan santri. Pada penampilan ini, lampu Aula sengaja dimatikan, agar laser yang dimainkan oleh para santri terlihat dengan jelas. Diiringi dengan musik dancer, para santri perempuan siswa MAN Darussalam memainkan putaran-putaran lampu laser, seakan lampu kelihatan beterbangan di tengah-tengah aula.IMG_7200

Selanjutnya, santri MTs Al-Fadliliyah Darussalam menyuguhkan kreasinya dalam bentuk teater. Dengan judul Wanita, teater ini menyinggung masalah kaum perempuan bukanlah sosok yang lemah. Perempuan adalah memiliki kesamaan hak untuk iktu serta dalam perjuangan bangsa yang disesuaikan dengan kodratnya.

Chica Ulfa Khoerunnisa (13), siswa MTs Al-Fadliliyah pemeran dalam teater tersebut menurutkan, “Kreasi seni ini adalah bagian dari salah satu penghormatan santri terhadap nilai perjuangan Ibu Kartini dan juga Tasyakur Nikmat atas kesehatan Ibu Hj Eulis Fadlilah Juhar Nafisah (Majlis Penagsuh Pontren Darussalam) yang kebetulan tanggal kelahirannya sama”. Menurut Chica, perempuan bukanlah sosok yang lemah, tetapi ia pelengkap dalam perjuangan dalam mendampingi kaum laki-laki. “Untuk itu, saya sebagai pemeran dalam teater ini merasa sangat termotivasi untuk bisa kerja nyata dalam rangka membangun bangsa tercinta ini”. Ungkapnya.

Sementara itu, KH Fadlil Yani Ainusyamsi, Pengasuh Pesantren Darussalam, mengapreasi terhadap kreativitas para santri dalam bentuk seni ini. Menurutnya, “Seni adalah ungkapan jiwa yang suci, dengan seni orang akan memahami makna dirinya sebagai bagian dari budaya yang ada. Makanya orang yang mengenal seni dalam hidupnya, ia akan merasa indah dan selalu berpikir positif”. Jelasnya.IMG_7219

“saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh santri atas semua kreatifitasnya, semoga ini memberikan aura positif dalam perjuangan syiar islam”. Tuturnya.

Diungkapkan Fadlil Yani, perjuangan perempuan dalam kemerdekaan Indonesia banyak memberikan andil. “Sebut saja, Rd. Dewi Sartika, Cut Nya Dien, termasuk Ibu Kartini. Makanya tidaklah benar kalau perempuan adalah sosok yang lemah. Perempuan adalah insprirasi untuk kaum laki-laki”. Pungkasnya.

About the Author: mtsdarus

Berita Terbaru