Di tengah arus perubahan zaman yang serba cepat, pendidikan tidak lagi cukup hanya menekankan kecerdasan akademik. Sekolah harus mampu melahirkan generasi yang tangguh, sehat lahir batin, berakhlak mulia, jujur, cerdas, dan kreatif. Inilah semangat yang dihidupkan oleh Program Gapura Pancawaluya, sebuah model pendidikan karakter khas Jawa Barat yang kini menjadi gerakan bersama di berbagai satuan pendidikan, termasuk di MTs Al-Fadliliyah Darussalam Ciamis.
Bagi keluarga besar MTs Al-Fadliliyah Darussalam Ciamis, Pancawaluya bukan sekadar program, melainkan jiwa dan budaya madrasah. Hal ini tercermin dari tagline yang dipegang teguh oleh seluruh warga sekolah: “Punjul dina prestasi, luhung dina budipekerti”. yang berarti unggul dalam prestasi dan luhur dalam budi pekerti.
Tagline ini menjadi arah moral bagi seluruh kegiatan madrasah, sejalan dengan lima nilai utama Pancawaluya: Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer. Cageur menumbuhkan pribadi yang sehat dan peduli lingkungan; Bageur membentuk akhlak yang santun dan berempati; Bener menanamkan kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab; Pinter mengasah kecerdasan serta wawasan kebangsaan; sedangkan Singer menumbuhkan semangat kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Visi MTs Al-Fadliliyah Darussalam Ciamis, yaitu “Madrasah Terdepan dalam Prestasi, Kepemimpinan, dan Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren,” sejalan sepenuhnya dengan semangat Pancawaluya. Madrasah ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga membangun budaya pesantren yang religius, disiplin, dan peduli lingkungan. Setiap kegiatan pembelajaran diarahkan agar siswa tidak hanya “tahu”, tetapi juga “menjadi” — menjadi pribadi yang mandiri, berakhlak, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Penerapan Pancawaluya di madrasah ini dilaksanakan melalui sembilan program utama yang sejalan dengan 9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat. Mulai dari Gerakan Bersih Pagi dan Bank Sampah Madrasah untuk menumbuhkan kesadaran ekologis; Galeri Karya Siswa dan Festival Inovasi untuk memupuk kreativitas dan kewirausahaan; hingga SOMEAH (Sodaqah Jumat Berkah) dan Tadarus Pagi untuk memperkuat spiritualitas dan karakter religius siswa.
Para guru juga berperan aktif melalui MGMP Internal dan Eksternal, serta Seminar dan Workshop Pendidikan yang menjadi ruang berbagi inspirasi dan penguatan profesionalisme. Semua kegiatan tersebut dirancang dalam Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) madrasah, dengan indikator yang menilai tidak hanya keberhasilan akademik, tetapi juga pembentukan perilaku berkarakter Pancawaluya.
Dampak nyata dari penerapan Pancawaluya terlihat dalam perubahan perilaku siswa. Mereka kini lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, lebih disiplin dalam belajar dan beribadah, serta lebih kreatif dalam menghasilkan karya. Madrasah tidak hanya berfokus pada akademik tetapi mengembangkan diri menjadi komunitas pembelajaran yang hidup, sehat, dan inspiratif. Budaya senyum, salam, sapa, kegiatan gotong royong, serta aksi sosial rutin menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan warga madrasah.
Selain itu, sistem digital SIPALAWA memudahkan guru dalam memantau perkembangan karakter siswa. Setiap perilaku positif mendapatkan apresiasi, sedangkan pelanggaran ditangani dengan pendekatan edukatif. Kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat sekitar juga terus dibangun agar karakter Pancawaluya tidak berhenti di lingkungan madrasah, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan Gapura Pancawaluya di MTs Al-Fadliliyah Darussalam Ciamis bukan tanpa tantangan. Namun, dengan semangat gotong royong dan keteladanan dari para guru, madrasah ini perlahan menunjukkan perubahan positif dalam budaya sekolah. Upaya sederhana yang dilakukan dengan hati ternyata mampu menumbuhkan karakter yang kuat pada diri peserta didik.
Melalui komitmen “Punjul dina prestasi, luhung dina budipekerti,” madrasah ini tidak hanya mencetak siswa yang berprestasi di bidang akademik, tetapi juga membentuk generasi Pancawaluya — generasi yang sehat, berakhlak, jujur, cerdas, dan kreatif; siap menjadi pelita bagi agama, bangsa, dan dunia.***








